Profil Yodhia Antariksa

Pria satu ini adalah sosok yang digandrungi oleh banyak orang melalui karya buku-bukunya yang hebat sehingga banyak memberikan manfaat yang besar terhadap kehidupan banyak orang. Mari kita tengok profil sosok seorang Yodhia Antariksa mulai dari semasa kecil hingga menjelma menjadi seorang konsultan handal di bidang Sumber Daya Manusa (SDM) yang dipuja banyak oranng dari hasil karya buku-bukunya yang hebat.

Pria ini lahir dan dibesarkan di sebuah desa kecil bernama desa Pajangan, tidak jauh dari kota Pekalongan. Semasa kecil hingga remaja, Yodhia Antariksa mengenyam pendidikan mulai dari Sekolah Dasar hingga tingkat lanjutan atas di kota yang terkenal dengan batik ini. Seperti halnya anak remaja lainnya, pria ini tidak banyak kelihatan sesuatu yang istimewa. Namun satu hal yang membuat beliau berbeda dengan anak-anak remaja lainya adalah minat membaca. Semasa duduk di bangku SD, minat baca dari bapak satu ini sudah tumbuh dengan baik yang mungkin anak-anak remaja lainnya tidak melakukannya. Sejak kelas 2 SD, pria ini begitu antusias membaca surat kabar nasional secara rutin layaknya orang dewasa. Sejak saat itu, minat baca begitu tinggi dan ketertarikan akan berita-berita yang terjadi diluar sana. Ketika beliau menginjak di bangku SMP, kebiasaan membaca tersebut terus berkembang pesat bahkan kebiasaan membaca buku-buku serjarah tentang perang dunia II dan jurnal prisma adalah bacaan rutin setiap hari. Jurnal Prisma adalah adalah sebuah jurnal ilmiah yang dijadikan sebagai referensi dan bahan wajib bagi para mahasiswa pascasarjana pada saat itu.

Diakui bahwa kebiasaan membaca tersebut yang tumbuh sejak kecil dan masa remaja memberikan dampak yang positif terhadap kehidupan beliau sampai sekarang ini. Sehingga tidak dipungkiri sosok Yodhia Antariksa adalah seorang yang pintar, resourceful, dan mempunyai banyak pengetahuan umum khususnya bidang yang digeluti saat ini.

Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan SMA Negeri Kajen, Pekalongan, Yodhia melanjutkan kuliah di Universitas Islam Indonesia di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan mengambil jurusan manajemen. Memang dari sejak awal masuk perkuliahan di universitas ini, Yodhia sudah banyak aktif ikut terlibat dalam berbagai macam kegiatan kemahasiswaan bahkan di tingkat 3 semasa kuliah, Yodhia sudah mulai aktif menulis artikel di majalah dan koran nasional seperti koran Bisnis Indonesia, Republika, dan majalah Warta Ekonomi.

Yodhia akhirnya mampu menyelesaikan studi Strata Satu di Universita Islam Indonesia pada tahun 1995 dengan tempo waktu belajar selama 6 tahun. Itu artinya Yodhia terlambat untuk menyelesaikan studi nya selama 2 tahun yang seharunya untuk program pendidikan Strata Satu hanya membutuhkan waktu selama 4 tahun. Karena berbagai hal yang dihadapi semasa perkuliahan di Universitas, dan idealismenya sehingga menyebabkan wisuda tidak tepat waktu.

Setelah lulus S-1, Yodhia tidak semerta-merta langsung melanjutkan studi S-2 sesuai yang diinginkan namun memutuskan untuk bekerja terlebih dulu beberapa tahun sebelum melanjutkan studi S-2. Pada tahun 1996 tepatnya di bulan Maret, Yodhia resmi diterima bekerja di Bogasari Flour Mills, sebuah anak perusahaan Indofood sebagai Management Trainee selama enam bulan dan selanjutnya dipercayakan oleh perusahaan untuk menempati posisi sebagai Training and Development  yang pada akhirnya sebuah titik awal dimana Yodhia memutuskan untuk menekuni dunia self development atau pengembangan diri di area Sumber Daya Manusia.

Pada tahun 1999 sampai dengan tahun 2001, Yodhia mengenyam pendidikan S-2 di Amerika Serikat melalui jalur beasiswa Fullbright dengan mengambil jurusan Master of Science in HR Management, Texas A&M Unviversity, USA. Setelah menyelesaikan studi S-2 di Amerika Serikat, Yodhia kemudian memutuskan menikah di bulan Februari 2001 dan kini dikaruniai 2 anak yang kini sudah menginjak remaja.

Pada bulan Maret di tahun yang sama Yodhia diterima bekerja di Ernst & Young,  perusahaan konsultan manajemen SDM yang berlokasi di Jakarta. Tak lama kemudian pada bulan Maret 2003, Yodhia pindah kerja di perusahaan sejenis namun scope yang lebih kecil dengan nama perusahaan GML Performance Consulting.

Dari bekal pengalaman dan pembelajaran selama bekerja dari tempat satu ke tempat yang lain, Yodhia berpikir bahwa sudah waktunya untuk membangun sebuah perusahaan sendiri dan menjalankan usaha konsultan manajemen secara mandiri. Tepatnya pada bulan Agustus 2004, Yodhia resmi mengundurkan diri dari perusahaan GML dan membangun perusahaan sendiri di bidang yang sama yaitu konsultan manajemen dalam naungan PT. Manajemen Kinerja Utama. Sejak pertama perusahaan yang dikelola sampai sekarang sudah melayani projek konsultan manajemen lebih dari 100 klien dari berbagai perusahaan BUMN, perusahaan nasional dan multinasional serta beberapa lembaga pemerintah. Sejak itulah Yodhia dengan penuh totalitas berkecimpung di dunia konsultan manajemen Sumber Daya Manusia dengan bekal pengalaman bertahun-tahun bekerja di beberapa perusahaan dengan orientasi bisnis yang serupa. Itulah sekilas tentang profil Yodhia Antariksa dengan sejuta karya-karyanya yang memberikan dampak positif bagi kehidupan banyak orang. Semoga bermanfaat.